PILARBERITA.ID, SULUT – Persoalan kekurangan tenaga pendidik di Sulawesi Utara menjadi perhatian serius dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Dinas Pendidikan Daerah terkait evaluasi program serta kegiatan triwulan I tahun anggaran 2026 pada Senin, 11/5/26.

Rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Sulut itu dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Louis Schramm, didampingi Cindy Wurangian dan sejumlah anggota Komisi IV serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Femmy Suluh.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Femmy Suluh memaparkan capaian program dan pelaksanaan kegiatan pendidikan selama triwulan pertama tahun 2026.

Namun, perhatian utama Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Louis Schramm tertuju pada persoalan minimnya tenaga pengajar yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah.

Schramm menilai kondisi itu perlu segera ditangani karena dapat memengaruhi kualitas pendidikan dan efektivitas proses belajar mengajar di sekolah.

Menurut Schramm, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut agar pemerataan pendidikan dapat tercapai.

“Ketersediaan tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama karena sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di daerah,” ucap Ketua Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia juga menegaskan Komisi IV DPRD Sulut akan terus mengawal sektor pendidikan, termasuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan tenaga pendidik yang memadai.

Selain itu, DPRD juga meminta Dinas Pendidikan memperkuat evaluasi dan perencanaan agar kebutuhan guru di Sulut dapat terpenuhi secara optimal.