PILARBERITA.ID, SULUT – Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan kecaman tegas terhadap pernyataan Amien Rais terkait dugaan hubungan pribadi Presiden Prabowo dengan Menteri Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya yang ramai diperbincangkan.
Sorotan utama disampaikan oleh Ketua LP2KP Sulut Arthur Timbuleng, yang menilai pernyataan tersebut telah keluar dari koridor kebebasan berpendapat dan cenderung menyentuh ranah pribadi secara tidak pantas.
Arthur Timbuleng secara khusus menekankan bahwa kritik di ruang publik seharusnya tetap berbasis fakta dan disampaikan secara bertanggung jawab.
Ia menilai pernyataan yang beredar tidak lagi mencerminkan kritik yang sehat, melainkan berpotensi menjadi serangan terhadap kehormatan individu.
Menurutnya, kebebasan berekspresi tidak boleh dimanfaatkan untuk menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi, apalagi jika berdampak pada reputasi seseorang.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik semacam ini berisiko menciptakan iklim komunikasi publik yang tidak sehat.
Lebih lanjut, Arthur menegaskan pentingnya menjaga etika dalam setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik.
Ia menyebut bahwa tindakan yang menyerang nama baik seseorang dapat berimplikasi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui LP2KP Sulut, ia turut mendorong pihak yang merasa dirugikan untuk mempertimbangkan jalur hukum, sekaligus mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi dan menyebarkan informasi.
Arthur memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan isu ini guna menjaga prinsip hukum dan etika tetap ditegakkan.

Tinggalkan Balasan